Senin, 13 Desember 2010

tips mengatasi patah hati

PATAH hati mungkin semua orang akan dan telah mengalami
apa yang harus dilakukan andai kita patah hati?

1. Curhat tentang apa yang Anda rasakan dengan sahabat.

2. Tidak menyalahkan diri sendiri.

3. Jika perlu, menangislah.

4. Lakukan hal-hal yang Anda sukai

atasi widget follower eror

Dari hasil uji Valid XHTML lewat http://validator.w3.org, dinyatakan bahwa widget Follower default dari blogger tidak lolos uji kevalidan. Widget ini mengandung error alias cacat. Padahal, widget ini bisa dibilang sangat penting bagi blog kita kan? Lewat widget ini,kita bisa berinteraksi lebih jauh dengan para pembaca setia blog kita.

Sabtu, 11 Desember 2010

indoleaks baru dua hari sudah 256.000 pengunduh

Wikileaks versi Indonesia, Indoleaks, menarik cukup banyak pengguna internet untuk datang. Hingga Sabtu (11/12/2010) malam ini, alias hari dua hari setelah kemunculannya, laman pembocor dokumen itu mencatat sudah ada 256.000 yang mengunduh dokumen di dalamnya.padahal pagi tadi baru 100.000

Pertama, dokumen tentang penyebab lumpur Lapindo, Sidoarjo. Dokumen yang ditampilkan berjudul “Preeliminary Report on the Factors and Causes in The Loss of Well Banjar Panji-1”. Dokumen ini dikeluarkan oleh Simon Wilson C.Eng. M.Sc. dari D.I.C Petroleum Consultant.

Jumat, 10 Desember 2010

puisi ariel peterpan di balik jeruji

Di tengah kasus video seks yang menjerat vokalis Nazriel Irham alias Ariel sebagai penyebar dan pelaku, vokalis band yang dulu bernama Peterpan itu masih bisa menorehkan prestasi pada akhir tahun 2010 .

Kekasih presenter Luna Maya tersebut dikultuskan menjadi salah satu dari "50 The Greatest Indonesian Singers" oleh majalah Rolling Stone versi Indonesia. Ariel menempati urutan ke-43 yang diapit oleh vokalis Reza Artamevia di urutan ke-42 dan vokalis Fadly "Padi" di urutan ke-44.

Kamis, 09 Desember 2010

Pelajar SMP hilang, ditemukan Tewas Dikubur

Ida Munawaroh (13), siswi SMP Negeri 7 Majenang ini ditemukan tewas terkubur di sebuah kebun warga dekat rumahnya, Dusun Ciawar, Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Rabu (8/12).
Kejadian itu bermula ketika Ida menghilang dari rumahnya sejak lima hari lalu pada 5 Desember. Orangtuanya Muhlihin kemudian mencari korban, dan menyebarkan informasi kepada para tetangga bahwa anaknya hilang.

Sebelumnya korban hilang dari rumah dan tak diketahui keberadaannya. Pada Kamis (9/12), liang tempat korban dikubur diperiksa kembali oleh Kepolisian Resor Cilacap, s ementara korban diotopsi di RS Margono Soekarjo Purwokerto.

Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Rudi Darmoko mengatakan, kejadian itu bermula ketika Ida menghilang dari rumahnya sejak lima hari lalu pada 5 Desember. Orangtuanya Muhlihin kemudian mencari korban, dan menyebarkan informasi kepada para tetangga bahwa anaknya hilang.

Setelah tersebarnya informasi tersebut, sejumlah warga menemukan timbunan tanah yang mencurigakan karena dikerumuni lalat. Setelah timbunan itu dibongkar, di dalamnya ditemukan jasad korban tanpa busana. Sejauh ini, diduga korban dibunuh karena ditemukan luka pada telingan kiri bagian belakang, bibir, dan kakinya.

Namun Rudi menegaskan, belum dapat memastikan apa penyebab kematian korban dan kemungkinan lainnya terkait kekerasan seksual. "Sampai saat ini, kami masih menyelidikinya. Oleh karena itu, korban pun harus diotopsi untuk diketahui secara pasti penyebab kematiannya," jelasnya. (kopasmurni:kompas)

Terowongan Abad X di temukan di malang

Warga Polowijen dikejutkan lagi oleh peninggalan sejarah berbentuk terowongan, dua pekan lalu. Hingga kini, warga masih ramai membicarakannya. Diperkirakan, terowonngan itu adalah arung atau jaringan air bawah tanah untuk pengairan pertanian yang digunakan pada abad X silam. Sejak beberapa tahun terakhir tercatat sudah empat sampai lima terowongan yang sama di temukan di Polowojien. Terowongan yang menyerupai gua itu ditemukan di wilayah RT 03, RW 03, Polowijen saat perataan lahan menggunakan alat berat untuk pembangunan perumahan. Pekerja dan warga pun terkejut. Sejumlah warga nekat masuk dalam terowongan yang diatasnya terdapat tanah kosong itu.
Yulianto adalah salah satu warga yang sudah menyusuri terowongan dalam tanah itu. Panjang terowongan sekitar 50 meter. ‘’Setelah itu buntu, tidak bisa menembus kemana-mana. Saya tidak menemukan apa-apa dalam terowongan itu,’’ katanya.
Dia menjelaskan, diameter mulut terowongan sekitar setengah meter. Namun sampai ke dalam terowongannya semakin lebar. Bahkan diameternya mencapai 1,6 meter. ‘’Waktu masuk harus menjongkok, tapi setelah ditengah bisa berdiri,’’ terang Yulianto.
Ia belum memastikan asal muasal terowongan itu. Sejumlah warga yang masih ramai membicarakannya juga tak bisa memastikan. Namun di beberapa tempat lain di Polowijen juga pernah ditemukan terowongan yang sama.
Sejarahwan Universitas Negeri Malang, M Dwi Cahyono mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukannya pada 1997 hingga 1998 itu, terowongan yang ditemukan warga itu merupakan arung.
Berdasarkan penelitian, kata Dwi, terdapat beberapa arung di Polowijen, diantaranya di sebuah sumber dan pemukiman penduduk. Kalau ditarik lurus, keberadaan arung itu memiliki garis lurus ke arah sumber Sendang Dedes atau Sumur Windu. Sendang Dedes atau Sumur Windu adalah sumber air yang pernah ditemukan di Polowijen.
Keberadaan arung di Polowijen, menurut Dwi yang juga periset arung itu, tak terlepas dari catatan sejarah Polowijen. Dalam prasasti, Kanyuruhan B diabad X, tertulis Desa Panawidyan yang berada dibawah Kanyuruhan.
Kemudian dalam Kitab Pararaton, tertulis nama desa Panawidjen yang kemudian berevolusi hingga kini disebut Polowijen. Dalam Prasasti Kanyuruhan B, tertulis adanya subaki atau subak-i. Yakni sistem pengairan untuk daerah pertanian.
Polowijen diabad X juga dikenal sebagai desa yang subur dengan hasil pertanian melimpah. Karena subur itulah disebut dengan nama Desa Perdikan, yakni desa yang bebas dari pajak serta mengatur sendiri keuangannya.
Kondisi desa yang subur menurut Dwi tak terlepas dari sistem pengairan subaki yang tertulis dalam Kitab Pararaton. Karena memiliki sistem pengairan yang baik, maka dibuatlah arung. Pembuatan arung juga tak terlepas dari kondisi wilayah Polowijen dan Sumur Windu. Sumur Windu letaknya agak cekung. Sehingga untuk mengalirkan air ke lahan pertanian dibuatlah terowongan atau saluran air bawah tanah ke lahan pertanian yang disebut arung. (van/avi)(kopasmurni malangpost)

Ciplukan Hambat Sel Kanker

Buah ciplukan ((Physallisa angulata L) mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang dapat menyembuhkan kanker.

"Fisalin dan Withanolid bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah," kata mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Amelilinda Monikawati di Yogyakarta, Selasa.

Amelilinda bersama Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan pada sel kanker payudara.

Berkat penelitian uji potensi antikanker pada ciplukan ketiga mahasiswa Fakultas Farmasi UGM tersebut memenangi Kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) bidang Ilmu Pengetahuan Alam 2010.

"Secara in vitro, penelitian tersebut berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Dari penelitian-penelitian yang dilakukan menguatkan hipotesis ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif," katanya.

Tidak hanya secara in vitro, kata dia untuk mendukung penelitian potensi ciplukan sebagai agen kemopreventif pada kanker payudara dilakukan pula secara uji in vivo.

"Uji secara in vivo bertujuan untuk mengobservasi pengaruh ekstrak etanolik herba pada hewan uji tikus betina galur Sprague Dawley," katanya.

Selama ini, kata dia pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi dinilai kurang efektif karena sering menimbulkan resistensi dan beberapa efek samping.

"Efek samping dari kemoterapi seperti mual, muntah, toksisitas pada jaringan normal, toksisitas pada jantung, dan menekan sistem imun," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau, efektif, dan tidak membahayakan sistem imun.
(kopasmurni :Yogyakarta (ANTARA))